CERITA WARGA / LANSIA
Sekolah Lansia: ruang belajar untuk tetap aktif dan berdaya
Mengenal arah pengembangan Sekolah Lansia Kota Yogyakarta, dari pembelajaran bersama hingga rujukan informasi untuk keluarga.

Kualitas hidup di usia lanjut tidak berhenti pada layanan kesehatan. Ruang belajar, pertemanan, dan kesempatan beraktivitas juga menjadi bagian dari pembahasan Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta.
Apa yang dilaporkan pemerintah kota?
Publikasi Warta Kota Yogyakarta tertanggal 2 April 2026 menjelaskan adanya 11 Sekolah Lansia yang dibiayai APBD: sembilan pada Standar 1 serta masing-masing satu pada Standar 2 dan Standar 3. Pengembangan ke seluruh kelurahan masih merupakan arah yang dituju, bukan klaim bahwa semua kelurahan sudah memilikinya.
Pembelajaran memadukan materi dan kegiatan partisipatif. Pengelola menekankan konsistensi kurikulum serta kerja sama dengan pihak yang sesuai bidangnya. Program ini berada dalam pembahasan DP3AP2KB Kota Yogyakarta, bukan layanan milik portal ini.
Sebuah proses, bukan kegiatan sesaat
Catatan 15 Desember 2025 merekam wisuda 89 peserta dari Sembada Padi di Suryodiningratan dan Gemati di Gedongkiwo. Kegiatan tersebut memperlihatkan perjalanan belajar kelompok yang telah berjalan. Jumlah wisudawan itu adalah data peristiwa 2025, bukan jumlah peserta seluruh kota pada 2026.
Catatan praktis untuk keluarga
Sebelum mengikuti kegiatan, tanyakan lokasi, waktu pertemuan, akses menuju tempat belajar, serta kontak pengelola melalui kelurahan atau kanal pemerintah. Bicarakan juga minat dan kenyamanan anggota keluarga yang akan ikut; pendampingan sebaiknya mendukung pilihannya, bukan memaksakan kegiatan.
Artikel ini tidak membuka pendaftaran dan tidak menjanjikan tempat. Gunakan tanggal rujukan untuk membedakan informasi perkembangan program dari pengumuman penerimaan peserta.

